dahulu. . .
kau campakkan aku
kau acuhkan aku
kau tak perdulikan aku
setelah kau puas permainkan ku. . .
kemarin. . .
kau datang kepadaku
menangis penuh sesal dan harap
namun apalah yang bisa aku perbuat
kau telah terlanjur lukai hati ini. . .
kini aku yang tertawa puas
melihatmu telah merasakan betapa sakitnya
ketika orang yang mencintaimu tak peduli akan kehadiranmu
dan untukmu orang yang pernah menorehkan luka dalam ini
aku hanya berpesan satu padamu
Jangan Pernah Kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar